Bye... Bye... Ujian Exact


Akhirnya semua penderitaan ini secara resmi berakhir.
Iya... selamat tinggal pelajaran exact! i love you... sampai jumpa di UN.
Semua kebahagiaan ini baru saja terjadi hari ini. Ketika aku melihat roster mata pelajaran yang bakal di ujikan besok, i'm so excited.
Aku sangat senang setelah tahu kalau... BESOK GAK ADA UJIAN EXACT !!!
Kebahagiaan ini rasanya ngalahin kebahagiaan seorang mahasiswa abadi yang akhirnya memakai toga setelah 20 tahun mampus ngampus.

Karena Beberapa hari sebelumnya....
Tepatnya pada hari senin hari pertama ujian dan hari pertama mati-matian buat ngerjain pelajaran matematika. Disini aku mulai heran dengan sistem pendidikan di sekolah ku. 
Kok selalu ujian matematika yang selalu di ujikan dihari pertama ujian ?
Kenapa setiap ujian, mata pelajaran Matematika harus ada di awal ?
Kenapa mantan jelek diawal dan cantik diakhir ?
Semua pertanyaan ini membuat headache head barbie.

Dan hari itu juga sepertinya fisik ku udah seperti kurang ikhlas untuk ikut ujian.
Ingus meler-meler, status di KTP belum beres, otak pun bergeser.
Penderitaan gak sampai disitu aja. Aku yang biasanya saat ujian selalu ditempat kan di barisan bangku belakang, untuk kali ini aku duduk dibarisan paling depan. Dekat meja guru lagi. Tuhan juga memberikan ku pengawas yang macem kamfret, yang mukanya ketat, lebih ketat dari sempak baru.
Sepertinya tuhan gak memberikan ku kesempatan lagi untuk menggunakan jurus sharingan dan kode alam.
Aku yang biasanya saat ujian bisa ngelirik-ngelirik manja ke kertas temen, kali ini cuman bisa pasrah, terdiam, membisu, seperti napi kasus Bali Nine.

**

Waktu yang tak ditunggu pun datang. Pengawas pun mulai memasuki ruangan ujian ku, sebut saja namanya "Pak Jenggot". Ketika pengawas ujian masuk ke dalam ruangan semua mata yang tadinya tertunduk ke bawah langsung menatap tegang.
"ini pasti gurunya asyik..." pikirku sambil menatap manja wajah pengawas itu.
Kertas dibagikan, waktu peng-eksekusian pun berlanjut.
Karena ini pelajaran matematika, aku sibuk memandangi sejenak selembar soal matematika milikku.
Aku langsung sibuk mencari soal yang hanya ada pembagian atau perkalian antar angka saja. Aku lupa kalau saat ini aku ujian matematika di kelas XII bukan di kelas 3 SD yang soalnya hanya tambah dan bagi.
Akupun belum berhenti berharap. Aku berharap seandainya ada 4 soal saja yang berbau tentang statistika karena malamnya aku hanya fokus kepada statistika dan lupa kalau Matematika bukan cuma statistika.

Kamfret... ini soal kok mirip alphabet rusia yang ditulis beruang nya marsha and the bear. Semua soal matematika itu make me headache. Usut punya usut ternyata soal yang seperti hurup rusia itu adalah soal tentang trigonometri dan vektor.
Ya Allah... apa salah hamba mu ini.
Mau nangis takut dibilang bencong, mau berak celana takut kebaukan satu kelas. Ini semua bukan karena faktor soal saja, tetapi ini karena pengawasnya.

Aksi = Reaksi, Itulah hukum Newton II. Aku gak bisa begini terus.
Kalau aku hanya diam dan menunggu kode alam, soal ini gak mungkin bisa siap begitu saja. Aku harus mengambil tindakan tegas dan berani.
Iya... aku harus memberanikan diri buat nekad nyontek punya teman.
Dalam mencontek ada trick-trick yang mesti lo lakuin.

1. Santai.
Easy going... bahasa keren nya. Kalau kita santai semua masalah jadi ringan.
Santai membawa energi positif dalam diri. Mulai dari me-rileks kan tubuh, dan membuat otak kembali jernih. Selain itu santai juga buat kita lebih teliti.
Teliti dalam mencontek khususnya. Karena dalam ilmu percontekan harus jelas siapa yang memberi dan kuat/tidak kah sumber nya.
Kalau yang lo contek juara umum, 90% aman.
Kalau yang lo contek juara corot, 60% aman. Karena kita bimbang itu hasil pemikiran nya, atau cuma tebakan. Tapi, kita gak boleh anggap remeh orang, karena boleh jadi jawaban nya juga hasil contekan dari guru mapel tersebut, bisa jadi.

2. Tunggulah waktu yang tepat, lebih tepat nya 25 menit terakhir.
Di tips yang kedua ini kita bisa melihat perbedaan level antara tukang contek amatir dengan yang profesional.
Kalau aku pribadi sih, tukang contek yang high class dan profesional.
Karena kalau lagi gak butuh, aku gak open. Tapi, kalau butuh... yah namanya high class, malu-malu kucing dong.
Aku sarani buat 25 menit terakhir karena tukang contek yang amatir begitu 5 menit menatap soal dan sadar kalau kemampuan otak di bawah rata-rata, pasti dia udah keter dan minta jawaban sana-sini. Mana ada yang mau ngasih kalau gitu cara nya. Yang ada semua lagi sibuk buat seru-seruan bareng soal.
Bagi lo para contekers untuk waktu pertama ini hanya bisa melongo atau ssok-sok sibuk biar pengawas gak curiga. Kalau bisa juga nahan kentut, karena suara kentut mu bisa memancing ke galauan baik pengawas dan seisi kelas, dan itu membuat mu di curigai. JANGAN!

Sayang semua tips yang aku sampaikan ini, gak berguna di hari pertama ujian.
Pengawas nya masih muda, tapi nyebelin men. Dengan balutan badan yang ideal dan jenggot yang cukup tebal, dia bolak-balik meja kami mirip kayak kucing kebelet berak. 
Aku mencoba memancing nya dengan menoleh ke teman belakang ku buat bertukar jawaban dan celana dalam. Sial!
Si pengawas langsung datang ke meja ku dan memperhatikan ku dari dekat.
Aku yang grogi kalau di tatap saat mengerjakan sesuatu, jadi salah tingkah.
Kebelet boker, pura-pura ngupil, dan pura-pura ngitung.
Jadi risih aku kalau lihat tatapan nya yang manja, aku jadi mirip kaum HOMO yang lagi diperhatiin pasangan nya saat ujian. Bukan sebentar... dia hampir 15 menitan mendekat ke meja ku. Alhasil sisa waktu ujian 10 menit dan dia masih gak berhenti mondar-mandir kayak kucing yang lagi nandai wilayah nya dengan air pipis. Akhirnya ujian matematika, ku jawab seadanya dengan kemampuan otak ku yang gak seberapa. Tapi, dibalik kesusahan ku, aku tetap berterimakasih kepada tuhan, karena telah diberikan pengawas kamfret seperti pak jenggot itu. Yang mengajarkan kami tentang kejujuran.

Dengan berakhir nya kesusahan ku dalam menghadapi ujian exact ini aku merasa pantas buat ngerayakan nya. Begitu keluar ruang ujian tadi siang, aku langsung joget dengan ekspressi wajah yang memendam kebahagiaan sambil shuffle.
Tiba-tiba mantan datang ke kelas, kamfret. Jelas aku yang tadinya agressif perlahan sadar diri kalau aku harus sedikit jaim (jaga image) di depan mantan. Rupanya dia datang ke ruang ujian ku cuman untuk ngapelin pacar barunya yang juga teman dekat aku sendiri, lebih kamfret.
Melihat itu rasanya aku pengen teriak ke mantan 
"Kenapa... kamu mau sama dia yang lebih jelek dibanding aku...!!!"

Wajar kalau ujian itu sedikit sulit. Kalau mudah itu namanya bukan ujian, tapi latihan. Berarti dengan perantaraan Pak Jenggot ini secara gak langsung kalau tuhan, menyuruh ku lebih jujur lagi dalam mengerjakan setiap soal, walaupun itu cuman dapat nilai 50.

Bagaimana sih perasaan kalian dalam merayakan berakhir nya ujian ?
Share di comment box ya!
Previous
Next Post »

5 komentar

Write komentar
Aleks Xapinos
AUTHOR
Friday, 06 March, 2015 delete

selamat broo... moga hasilnya bagus hehehe
matematika memang selalu menjadi musuh bersama bagi semua siswa hahaha
btw,, asyik ceritanya.. gue juga pernah ngerasain kampret momen seperti itu,, jadi bisa nostalgia waktu sma hahaha
rasanya dijagain pengawas killer tuuuu asdfghjkl shitttt!!!!!!!!

Reply
avatar
Friday, 06 March, 2015 delete

selain matematika menjadi musuh, matematika juga seperti gebetan yang selalu pengen diperhatikan
shit! i hate pengawas killer

Reply
avatar
Fikri Maulana
AUTHOR
Friday, 06 March, 2015 delete

Siap-siap bertemu pada ujian yang sesungguhnya :)

Reply
avatar
Wednesday, 15 April, 2015 delete

Prinsip saya mah: siap-siap ujian her atau tugas tambahan buat perbaikan.

Reply
avatar