Ketiakmu Mengalihkan Duniaku


Awal-awal menjadi anak kos aku membayangkan kehidupanku menjadi anak kos bakal berjalan indah sesuai dengan apa yang aku inginkan. Kuliah-rapat-pulang, kuliah-rapat-pulang, gitu terus, gak terasa 4 tahun tamat. Selesai tamat lanjut kerja di perusahaan BUMN. Beberapa tahun bekerja aku pun sukses. Aku kaya, uang menumpuk, rumah punya tingkat 9 lagi. Udah sukses aku cari Nabilah jeketi lalu aku kenalan dan pacarin. Setelah beberapa bulan pacaran kita pun nikah punya dua anak. Anaknya pintar, bapaknya ganteng, ibuknya cantik. Tamat.

Happy Ending~
 
Nyatanya kehidupanku menjadi anak kos tak seindah yang kubayangkan. Tuhan memberiku kasih sayang dengan mengirimkan teman se-kos yang gak kalah ajaibnya.

Kalau yang dulu temanku namanya Candra, kalau yang baru ini namanya Otong.

Otong adalah teman baruku di kos-an. Otong adalah seorang mahasiswa yang gak kalah ajaib dari si Candra. Jika kita mencium aroma keteknya kita bisa pingsan 4 hari 4 malam. Karena Otong adalah seorang mahasiswa yang memiliki aroma ketek yang langka dan legendaris. Sangking langkanya kalau tercium bisa membuat hidung lo mampet dan susah bedain yang mana wangi rendang yang mana wangi bangke biawak. Bukan cuman itu, dalam skala besar bila tercium dapat membuat seluruh gajah di Way Kambas mati kalau menghirupnya.

Beberapa minggu yang lalu aku ingat alasan kenapa Otong pindah kos-an. Katanya di kos-an nya yang dulu itu susah air. Jadi, tiap kali Otong mau berak Otong harus ngorek-ngorek tanah.

Sudah seminggu sejak Otong pindah ke kos-anku, aku belum menemukan hal yang ganjil pada diri Otong. Otong terlihat seperti mahasiswa biasa yang suka senyum-senyum di awal bulan tapi jilat-jilat aspal diakhir bulan karena kehabisan uang. Ini membuatku semakin yakin kalau Otong benar-benar mahasiswa biasa.

Minggu pertama, minggu kedua, dan sampailah di minggu ketiga. Aku mulai merasa ada yang aneh di minggu ketiga. Kenapa tiap pagi pas aku buka pintu kamar selalu tercium aroma busuk? Seperti aroma perpaduan antara aroma ketiak+bangke biawak. "Ah, mungkin ini aroma kentutku semalam," pikirku dalam hati.

Besoknya pas bangun pagi, aku gak bisa percaya kalau ini cuman aroma kentutku semalam. Soalnya kejadian ini berulang ketika malam dan siang pas bertepatan dengan kehadiran Otong di dalam kamar.

Daripada mati dengan aroma busuk ini, aku mulai melakukan pencarian dan penelusuran untuk mencari darimana aroma busuk ini berasal.

satu-persatu kususuri kamar-kamar yang ada di kos-an. Mulai dari kamarku, kamar Candra, sampe kamar ibuk kos. Kayaknya gak ada yang mencurigakan dari kamar kita bertiga. Oh ya, Masih ada satu kamar lagi yang belum aku datangi di kos-an ini yaitu kamarnya Otong. Aku menaruh feeling yang kuat untuk kamar yang terakhir ini. Aku yakin darisitu aroma busuk ini muncul.

Sebelum mendatangi kamarnya, aku menarik nafas sejenak lalu menahannya di mulut buat jaga-jaga biar gak pingsan waktu nyium aromanya. Aroma busuk ini benar-benar ampuh. Selain bisa buat hidung mati rasa, aroma ini juga dapat menjadi obat bagi manula yang di diagnosa mengalamin lumpuh permanen. Mungkin kalau para manula dibawa ke kamar ini mereka bakal bisa jalan bahkan lari buat ngindari aroma busuk yang sangat pekat dan dahsyat.

Beberapa menit aku mematung di depan kamarnya Otong untuk melihat darimana sumber baunya berasal, sialnya, baru 3 menit berdiri aku udah megap-megap dan langsung lari tunggang-langgang ke luar rumah buat buru-buru beli tabung oksigen karena kehabisan nafas.

Siangnya pas ketemu Otong di kampus, aku langsung menarik tangannya buat bicara empat mata mengenai kasus pencemaran udara yang dilakukan olehnya.

"Hahahahahahhhhhh......." suara tawa Otong pecah memenuhi ruangan kampus. "Manamungkin aku punya bau sebusuk itu. gak mungkin... gak mungkin... hahaha. hidungmu aja itu kali.

"Endasmu gak mungkin!!! Jadi siapa lagi yang punya bau busuk ini selain kau dan kamarmu!!!" makiku dalam hati. Kali ini aku benar-benar geram melihat Otong. Dia gak ngerasa kalau aroma busuk keteknya dapat membunuh ratusan kawanan gajah. Oh Tuhan... hapuskanlah keberadaan Otong beserta ketek-keteknya yang hina itu....

Hari-hariku selanjutnya dipenuhi dengan aroma keteknya Otong
**  
Tiga hari setelahnya aku benar-benar gak tahan dengan semua aroma busuk keteknya Otong. Kalau kayak gini ceritanya bagus aku pindah kos atau pindah planet sekalian biar gak nyium aroma busuk ini lagi.

Setiap pagi mencium aroma keteknya Otong membuatku frustasi dan benar-benar bete kalau pergi ke kampus. Gak guna aja ngampus tiap hari gini kalau tiap pagi dijejelin zat radioactive keteknya. Gak guna tamat jadi sarjana kalau pas di wisuda harus make tabung oksigen buat nyalamin rektor.

Kebete-anku ternyata diketahui oleh Rena sahabatku di kampus.

Diam-diam Rena ternyata mengamati ekspressiku belakangan ini kenapa selalu murung pas datang ke kampus. Awalnya Rena ngira kalau uang makanku habis karena dipake terus-terusan buat beli kolor. Tapi, setelah dia mendengarkan penjelasnku akhirnya dia paham bencana apa yang sedang di hadapin oleh temannya yang tamvan ini.

Rena nyarani, "Gimana kalau kamu kasih deodoran? biasanya kalau udah kayak gitu semua orang bakal sadar apa maksudnya?

"Emang deodoran mampu ngilangin aroma busuknya?" tanyaku.

"Coba aja dulu." Sambil benerin poninya dia ngomong lagi, "kalau gagal berarti kamu udah ditakdirkan buat bersama keteknya. hihihihihihihi...."

"......"

Pas sorenya, aku udah stay berdiri di depan kamar kosnya Otong. Otong yang terkejut melihatku duduk di depan kos-annya langsung buru-buru aku kasih deodoran karena takut dikira mau maling kolornya. "Pake nih biar wangi. Makenya selesai mandi, jangan lupa ya! Cewek suka sama cowok yang make deodoran lho."

Otong hanya tersenyum tipis.

Hari-hari berikutnya serasa seperti di surga. Aroma busuk yang biasa menghantui kini menghilang dan pergi. Rasanya aku benar-benar terharu. Setelah sekian lama akhirnya aku dapat kembali menghirup udara yang jernih.

Sepertinya kebahagiaanku gak berlangsung lama.

Selang dua hari ketek Otong mulai mengulah lagi malah semakin busuk. Sepertinya ketek Otong mulai berevolusi setelah dua hari tertidur. Aku ingatkan dia lagi untuk terus memakai deodoran yang aku berikan. Herannya dia malah tersenyum lalu bilang, " Bagusan kamu aja zal yang make, kayaknya kamu lebih membutuhkannya ketimbang aku. Lagipula aroma ketekku udah seksi banyak cewek yang suka."

APPAAA??? SEKSIII?!!!!! ARGHHHH... TUHAN...!!! SADARKANLAH HAMBAMU SI OTONG INI !!!!!

Entah kenapa Otong gak sadar kalau aroma keteknya udah gak manusiawi lagi. Otong macam gak kejadian apa-apa dia masih bisa cekikikan di kampus sama temen-temen ceweknya. Yang herannya kenapa temannya gak ngerasa? atau jangan-jangan temen-temennya udah terbiasa dengan aroma keteknya Otong.

Berbagai cara telah aku lakukan untuk menyadarkannya. Mulai dari memberikannya deodoran sampe harus menggosipin ke temen-temen cewek perihal bau keteknya yang melegenda. Memang gosip adalah cara yang hina, tapi hanya inilah satu-satunya cara agar membuatnya sadar.

Semakin digosipin Otong malah makin merasa seperti super star. Otong merasa kalau kian hari ketiaknya semakin terkenal. Rasanya aku pengen nyelupkan kepalanya ke dalam bak yang kuisi penuh dengan deodoran.

Gara-gara keteknya Otong, dia sukses membuat duniaku berubah. Semenjak keteknya datang menyerang aku harus putar otak buat ngumpulin duit nabung untuk beli masker.

Oh Otong, seandainya kau tau betapa busuk bau ketekmu itu. Semoga suatu saat kau sadar karena kalau dibiarkan terus-menerus kau dan ketekmu dapat mengurangi populasi manusia 40% di Indonesia.

Kalau udah gini apa yang mesti aku lakukan?

A. Sholat tahaud mohon petunjuk agar dibukakan pintu hatinya Otong supaya mau make deodoran lagi.
B. Memanggil pemadam kebakaran untuk mengkarantina Otong beserta keteknya.
C. Bakar saja keteknya!

Jadi, apa jawaban yang cocok menurut kalian? Jawab dan share di comment box ya!
Previous
Next Post »

10 komentar

Write komentar
Jevon Levin
AUTHOR
Sunday, 27 September, 2015 delete

Sumpah gue pengen nangis liat fotonya :")
-jevonlevin.com

Reply
avatar
Sunday, 27 September, 2015 delete

pake bahan-bahan alami aja biar gak bau lagi :D

Reply
avatar
Tuesday, 06 October, 2015 delete

fotonyaa XD apaan tuh~ serem!

Reply
avatar
Wednesday, 14 October, 2015 delete

Wahahaha kenapa dia harus balikin deodoran yang dikasih-__-

Reply
avatar
miamia
AUTHOR
Wednesday, 14 October, 2015 delete

disuruh mandi pake bunga 7 rupa daj air dari 7 mata air bang..whaahhaah..

Reply
avatar
Inda Chakim
AUTHOR
Thursday, 05 November, 2015 delete

dahsyat bgd yak bau keteknya si otong, punya tmn begitu jg mungkin diriku jg tak tahan, pasang aroma therapy aja di kamar, atw sklaian pel pakek minyak wangi

Reply
avatar
Nur Annisa
AUTHOR
Wednesday, 18 November, 2015 delete

parah si otong
dulu aku punya teman yang kasusnya kaya otong cuma dia sadar setelah kita kasih hadiah ultah deodoran :D

Reply
avatar
Kresnoadi DH
AUTHOR
Wednesday, 18 November, 2015 delete

Otong. Namanya bikin ngakak. Kayak nama kucing. Muahahaha. *salah fokus* :))
Bakar aja seotong-otongnya.

Reply
avatar
Monday, 23 May, 2016 delete

Artikel yang sangat menarik :D
http://clayton88.blogspot.com | http://bit.ly/1sUU8dl | http://goo.gl/lNMX3D | http://goo.gl/cAQcMp | http://goo.gl/97Yn1s | http://goo.gl/tw2ZtP | http://goo.gl/RkuB4G | http://bit.ly/1Mwgw3U | http://bit.ly/23ABPpR |

Reply
avatar