Berdiam Diri


Sungguh kau tahu betapa sakitnya berdiam diri itu
Bungkam seribu bahasa melihat orang lain menderita
Terlarut dalam kesedihan namun susah untuk bertindak
Berang sendiri namun sulit bergerak

Diri ini lebih sering mematung
Berdiam diri menyaksikan
Sama seperti patung dan baliho yang berserak dipinggir jalan
Dilewati banyak orang
Melihat begitu banyak kejadian
Tapi hanya bisa diam
Mentok-mentok jadi alas tunawisma tidur di pinggir jalan

Mulutku susah untuk berbicara menolak
Aku tau, selemah-lemahnya iman menolak kebathilan dengan mendoakan
Tapi itulah refleksi selemah-lemahnya iman
Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Wednesday, 25 October, 2017 delete

berdiam diri namun dalam hati tetap ada empati

Reply
avatar

instagram